Ora Umu[k]m
Jangan berjalan di belakangku, aku tak bisa menuntunmu.

Stuffing Amplop (berbagi pengalaman)

Yang muda yang berkarya, carilah pengalaman di masa muda, berusahalah sedari muda

Yang aku tuliskan disini adalah benar-benar pengalamanku ketika masih kuliah dulu, ketika kuliah dulu aku dan temenku, kala itu 5 orang temen (agunk, shiro, kikok, pakpin, andi) punya keinginan untuk memperoleh penghasilan, memanfaatkan waktu luang, untuk diketahui, waktu kuliah perhari kala itu tinggal 2 jam atau 4 jam per hari, jadi banyak waktu luang.

Kemudian kami tertarik pada sebuah iklan di koran, iklan itu kira-kira berbunyi seperti ini

“Bisnis sampingan stuffing amplop, penghasilan 3-5 juta perbulan, bisa dilakukan di rumah, islahkan kirim surat ke PO BOX (nomor PO BOX saya sudah lupa)”

Wooww… seperti kata-kata peribahasa “Pucuk dicinta ulam tiba“, segera kami tertarik dengan iklan itu, terus kami bersepakat membuat surat untuk mempertanyakan kejelasan iklan itu, beberapa menit kemudian surat pun jadi, dan langsung di kirim via Pos.

Dalam penantian itu kami mencoba mengira-ngira kira-kira bisnis itu seperti apa, kami membayangkan stuffing amplop adalah sebuah kerja memasukan surat ke amplop, kami berpikir, perusahaan besar yang mengalami kesulitan untuk mengurus surat kemudian membuka bantuan untuk outsourcing mengurus surat atau amplop

Beberapa hari kemudian, surat balasan dari sang pemasang iklan datang, kami segera membukanya, dan kami menerima sebuah brosur yang berisikan pegalaman tentang kesuksesan menjalankan bisnis ini, dari awal sampai akhir kami baca, dan tidak menemukan cara untuk mengawali bisnis seperti itu, hanya menemukan kalimat bahwa untuk mengetahui tentang kelanjutan bisnis tersebut, kami harus mengirimkan uang sebesar 40.000 rupiah ke sebuah rekening sebagai bukti berminat dan ongkos kirim buku yang berisikan tata cara untuk memulai bisnis tersebut.

Kami pun semakin penasaran dan melakukan iuran untuk di transfer ke rekening, beberapa hari kemudian, kami menerima surat balasan lagi, dengan perasaan h2c kami membukanya.

Kami membaca nya dari awal sampai akhir, lembar demi lembar kami baca, dan ada yang membuat kami agak sedikit shock.

Mungkin kata shock agak sedikit hiperbola tapi ya itu karena kami yang sudah senang sebelumnya, mengharapkan sebuah kerjaan sampingan yang menghasilkan uang jutaan dalam satu bulan, tiba-tiba begitu kaget membaca tulisan itu. Kata-kata itu yang merupakan inti bisnis stuffing amplop adalah sebagi berikut.

Jika Anda berminat dengan bisnis stuffing amplop, silahkan Anda membuka sebuah PO BOX di kantor Pos terdekat, dan membuat iklan seperti yang saya lakukan …

Dari kalimat tersebut kami sudah bisa mengartikan bahwa bisnis ini adalah sebuah bisnis bohongan, sebuah bisnis kerja memasang iklan untuk membuat orang tertarik dan penasaran sehingga mau mentransfer sejumlah uang. Uang 40 ribu terlihat sedikit, tapi semisal ada 100 orang yang tertarik, berapa yang bisa di dapatkan, silahkan hitung sendiri.

Apabila kami berminat dengan bisnis ini, aturan main dari kerja ini adalah kami harus mentransfer juga uang dari hasil kami kepada dia sebagai upline kami. Sehingga akan menghasilkan uang lebih jika kami mempunya downline juga. Prinsip MLM akan berlaku disini.

Karena kami merasa bahwa ini bisnis bohongan, maka kami putuskan berhenti saja, dan simpen baik-baik sebagai pengalaman hidup pribadi.

Sampai akhirnya tadi pagi saya chating sama boo, pertamanya sih membahas sebuah posting di dweb yang diulas di web nya berjudul Perang lawan SPAMMER.

Kemudian sampai membahas spammer tersesat dan akhirnya aku cerita tentang pengalamanku tentang stuffing amplop.

Kemudian karena berpikir, mungkin pengalaman ini berguna juga bagi yang penasaran apa itu stuffing amplop, aku tulis saja pengalaman ini di blog, sesuai anjuran boo :D

Hasil Googling tentang Stuffing amplop, kami menemukan beberapa link sebagai berikut.

1. Satu lagi bisnis stuffing amplop
2. Ini Juga
3. Ini diskusi tentang Iklan menyesatkan

9 Responses to “Stuffing Amplop (berbagi pengalaman)”

  1. wekekekekekekek… ndak ah…
    bisnis kok nipu orang… :hahaha::hahaha::hahaha:

    mendingan juga jualan gorengan dipinggir jalan

    tapi kok yo aneh yo…
    kita yg disuruh buka pobox, disuruh pasang iklan,
    tapi duit disuruh kirim ke rekening si penipu gagal tersebut?
    kita cuma terimo oleh recehan komisi,
    lha kok kepenak banget uripe… :marah:

    btw, saya ndak punya blog kok :wehee:

  2. maaf, OOT…
    apakah Agunk yang dimaksud itu adalah orang ini

    :keren:

    Walah bukan, kalo itu kan pengki :siul:

  3. memangnya agung sama pengki beda ya? :keren:

    kayaknya berbeza :siul:

  4. ternyata masa muda sampeyan bener2 lugu yo kang .. .:hore:

  5. wah penipuan ituh lebih KEJHI ketimbang bisnis perlendiran

    :hahaha::hehe::keren:

  6. baru tau ternyata stuffing amplop itu kayak gini..asli..baru ngeh..

  7. lah kasihan deh loooo.dasar ……jgn diembat sendiri dong klo….bagi2 dong…..:haha::haha:

  8. ini sama persis dengan bisnis “sedot e-gold” yang banyak beredar di internet.. kepikiran gitu ya bikin2 kayak beginian.. :huuh:

  9. saya pernah coba iklan itu, pas disuruh transfer uang, engga deh dilanjutin, tukang kibul tuh …


Leave a Reply